SELAMAT MENJALANKAN IBADAH BERPUASA

LIVE STREAMING

RAPAT EVALUASI REALISASI PER 29 FEBRUARI 2020

Kegiatan Rapat Evaluasi Realisasi Per 29 Februari 2020 dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan  Provinsi Kalimantan Timur Jalan Wolter Mongisidi No. 39 Samarinda. Pembukaan dipimpin oleh Plh Kepala Pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Bapak H. Andi Muhammad Ishak, Apt.

Tema besar APBN Tahun Anggaran 2020 adalah “Mendukung Indonesia Maju”. Kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendukung akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai kebijakan di bidang pendidikan dan kesehatan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar siap berkompetisi dan beradaptasi dengan kemajuan industri dan teknologi.

Disisi lain, Pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang semakin merata, mengalokasikan sumber daya ekonomi dengan lebih efisien dan efektif, serta mendorong birokrasi yang efektif, melayani, dan bebas korupsi.

Human Capital Theory menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Studi tersebut menunjukkan adanya dampak yang sangat kuat dari perubahan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Secara garis besar, struktur APBN terdiri dari pendapatan negara dan hibah, belanja negara, keseimbangan primer, surplus/defisit anggaran, dan pembiayaan. Adapun yang menjadi faktor penentu postur APBN adalah pendapatan negara, belanja negara dan pembiayaan. Pendapatan negara dapat diperoleh dari penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak.

 

PELATIHAN TKHI EMBARKASI BALIKPAPAN TAHUN 2020

                                     

                                               

   

              Kegiatan Pelatihan TKHI Kesehatan dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan  Provinsi Kalimantan Timur Jalan Wolter Mongisidi No. 39 Samarinda. Pembukaan dipimpin oleh Kepala Pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Bapak H. Andi Muhammad Ishak, Apt

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 442/MENKES/SK/VI/2009 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia, maka peran Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dalam Kelompok Terbang (Kloter) yang langsung berhubungan dengan jamaah haji menjadi sangat penting dan strategis. Untuk mempersiapkan petugas atau tim TKHI yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan dalam kesehatan haji, maka diperlukan pelatihan TKHI yang sesuai dengan standar dan mutu.

Pelatihan TKHI merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petugas TKHI dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Secara umum, kompetensi petugas TKHI yang diharapkan terdiri dari; 1) kompetensi keahlian medis dan keperawatan, 2) sikap, perilaku, komunikasi dan kerjasama tenaga kesehatan haji dalam menjalankan tugas. Pelatihan TKHI menggunakan kurikulum dan modul yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Cq. Badan PPSDM Kesehatan mengacu pada kompetensi TKHI yang ditetapkan oleh Puskeshaji.

Proses pelatihan akan berpusat pada peningkatan wawasan dan kompetensi terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan baik individual maupun tim  dalam memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan terhadap jemaah kelompok terbangnya serta tugas-tugas administrasi lainnya.

Peserta pelatihan ini merupakan Tim Kesehatan Haji Indonesia yang dipersiapkan untuk menjadi Pembina, pelayan dan pemberi perlindungan kesehatan  terhadap  jemaah  haji  yang  didampingi di kloternya serta tugas-tugas administrasi di daerah asal Jemaah haji, di asrama embarkasi, selama diperjalanan baik di pesawat maupun di bus, selama tinggal di Arab Saudi sampai kembali lagi ke asrama debarkasi.

Keberadaan tenaga kesehatan di Kloter adalah menjalankan fungsi pengamanan (back-up) kesehatan jemaah haji dari dampak perjalanan ritual  ibadah haji,  semenjak dari daerah asal Jemaah haji  hingga Debarkasi.

Sepanjang perjalanan haji, diharapkan TKHI mampu: (a) mengelola segenap faktor risiko kesehatan yang dihadapi jemaah haji secara terpadu (integrated manage care), (b) menopang (support, antisipatif- preventif) kondisi kesehatan jemaah haji, dan (c) mengendalikan kejadian penyakit (terutama penyakit menular).

Peserta TKHI di ikuti oleh peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur Dan Kalimantan Tengah.

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support

 

Samarinda- Kecelakaan atau bencana dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, seperti halnya kecelakaan lalu lintas,kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, dan sebagainya. Perawat sebagai lini terdepan dalam pelayanan gawat darurat harus mampu menangani masalah yang diakibatkan kecelakaan dengan cepat dan tepat,dengan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup aspek bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual. Oleh karena itu perawat dituntut untuk memiliki kmpetensi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler, Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan.

Melalui Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu pelatihan dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler, disampaikan dalam pembukaan Pelatihan  Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bekerja sama dengan Internasional Nurse Trainiing Centre (INTC) jumat (7/1) yang dibuka langsung oleh Direktur Poltekes RI di Samarinda yang diikuti oleh 125 peserta yang seluruhnya  adalah mahasiswa perawat Poltekes Kemenkes RI di Samarinda dan pelihan ini dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 7-11 februari 2020.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre test BTCLS yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular, serta untuk memberikan gambaran kepada peserta tentang konten dari pelatihan BTCLS

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah salah satu syarat dasar yang harus dimiliki setiap mahasiswa Poltekes Kemenkes RI Samarinda dan Pelatihan BTCLS ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan dan perawat agar mampu menangani pasien-pasien dengan kasus-kasus trauma dan kardiovaskular, sehingga dapat menekan tingkat kecacatan maupun kematian akibat kasus trauma dan jantung..(UPTD Bapelkes/Komar)

Rapat Persiapan Akreditasi Tahun 2020

SAMARINDA- Dalam rangka Rapat Persiapan Akreditasi Tahun 2020. Kegiatan rapat kordinasi pelaksanaan pelatihan kesehatan dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan  Provinsi Kalimantan Timur Jalan Wolter Mongisidi No. 39 Samarinda. Rapat dipimpin oleh Kepala Pimpinan UPTD Sri Sedono Iswndi, SKM, M.Kes.

Kegiatan rapat kordinasi dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Januari 2020 pada pukul 14.00. Pada kesempatan ini disampaikan tentang sejauh mana persiapan akreditasi tahun 2020 yang telah dilakukan oleh setiap bidang yang bersangkutan dan sejauh mana ketersediaaan dan kelengkapan data yang dibutuhkan oleh masing-masing bidang yang bersangkutan.

Dalam rangka penjaminan mutu institusi penyelenggara pelatihan  bidang kesehatan perlu dilakukan akreditasi bagi institusi penyelenggara pelatihan. Dengan institusi yang terakreditasi, diharapkan pelatihan yang diselenggarakan akan bermutu sehingga menghasilkan SDM Kesehatan yang kompeten. Dengan diterapkan hasil akreditasi institusi yang sesuai dengan ketentuan, maka akan ada jaminan kepada masyarakat bahwa institusi telah memiliki standarmutu yang telah ditetapkan oleh Kemenkes sehingga pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan dapat dijamin mutunya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi institusi penyelenggara pelatihan yang telah terakreditasi memiliki tugas melakukan fasilitasi serta pengampuan terhadap pelatihan yang diselenggarakan  oleh institusi yang belum terakreditasi yang berada di wilayahnya. Selain itu Institusi pengampu bertanggung jawab mutu penyelenggaraan pelatihan, sehingga apabila ditemukan pelatihan bidang kesehatan yang tidak prosedural ataupun tidak sesuai standar, institusi berkewajiban untuk mengingatkan.yang nantinya akan menjadi salah satu masukan bagi Puslat SDMK dalam melakukan pembinaan.

Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pelatihan Tahun 2020

SAMARINDA– Dalam rangka peningkatan pelaksanaan pelatihan Tahun 2020. UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Rapat Kordinasi Pelaksaan Pelatihan Kesehatan Tahun 2020. Kegiatan Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pelatihan Kesehatan dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan  Provinsi Kalimantan Timur Jalan Wolter Mongisidi No. 39 Samarinda. Rapat dipimpin oleh Kepala Pimpinan UPTD Sri Sedono Iswndi, SKM, M.Kes.

Kegiatan rapat kordinasi dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Januari 2020 pada pukul 08.30. Pada kesempatan itu disampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bapelkes terkait tupoksinya yaitu pelaksanaan pelatihan kesehatan. Disampaikan bahwa Bapelkes adalah salah satu Institusi penyelenggaran Pelatihan Kesehatan yang telah terakreditasi oleh Badan PPSDM Kesehatan Pusat.

Bapelkes Samarinda mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan masyarakat. Sebagai unit pelaksana teknis  Badan PPSDM Kesehatan, Bapelkes Samarinda mengelola kegiatan pelatihan teknis, jabatan fungsional, penjejangan, dan pra jabatan bagi aparatur kesehatan.

Untuk meningkatkan kinerja dalam pelatihan kesehatan perlu kordinasi dengan pemegang program Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan pelatihan kesehatan yang bersumber dari dana APBN dan APBD Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala UPTD Bapelkes berharap agar pelaksanaan pelatihan kesehatan tahun 2020 ini dapat berjalan dengan baik dan target sesuai dengan standar akreditasi pelatihan.

Rapat Evaluasi Program tahun 2019

SAMARINDA- Dalam rangka peningkatan kinerja perangkat daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan evaluasi pelaksanaan program kesehatan yang telah dilakukan pada tahun 2019. Kegiatan evaluasi program dilaksanakan di ruang OPROOM 1 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jalan A.W. Syahrani Samarinda. Rapat dipimpin oleh plh. Kepala Dinas selaku Kabid Yankes Setyo Budi Basuki,SKM,M.Kes.

Kegiatan evaluasi program dimulai pada hari Jumat tanggal 17 Januari sampai dengan hari Rabu tanggal 22 Januari 2020. Pada pelaksanaan hari terakhir tersebut, UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) mendapat giliran untuk memaparkan capaian program selama tahun 2019. Paparan disampaikan oleh Kepala UPTD Bapelkes H. Sri Sedono Iswandi,SKM,M.Kes. Pada kesempatan itu disampaikan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bapelkes terkait tupoksinya yaitu pelaksanaan pelatihan kesehatan. Disampaikan bahwa Bapelkes adalah salah satu Institusi penyelenggaran Pelatihan Kesehatan yang telah terakreditasi oleh Badan PPSDM Kesehatan Pusat.

Pelatihan yang telah dilaksanakan oleh Bapelkes pada tahun 2019 berasal dari instansi dinas kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Dinas Kesehatan Kab./Kota dan organisasi profesi. Dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan dalam penerbitan sertifikat yang terkesan lambat sehingga tidak bisa dibawa peserta waktu pulang selesai pelatihan. Disamping itu juga masih ada beberapa pelatihan yang dilaksanakan di luar Bapelkes. Untuk ini Sri Sedono mengatakan bahwa akan ada perubahan cara proses pengurusan sertifikat dan pelaksanaan pelatihan akan dioptimalkan di Bapelkes Jalan Wolter Monginsidi Samarinda.

Dalam paparan akhirnya disampaikan bahwa Bapelkes telah menyiapkan media komunikasi dan informasi bagi stakeholder terkait melalui website www.bapelkes.kaltimprov.go.id. Dalam website tersebut telah disiapkan beberapa dokumen penting terkait dengan pelaksanaan pelatihan dan pengurusan sertifikat pelatihan. “Kedepan media ini akan membantu kita dalam peningkatan kinerja UPTD Bapelkes Kalimantan Timur”, ujar Sri Sedono Iswandi. DN2020

Penandatangan Komitmen Demi Meningkatkan Disiplin Pegawai Bapelkes Kaltim

Penandatangan Oleh Kepala Subbag Tata Usaha

SAMARINDA – Disiplin sangat diperlukan dalam mendukung lancarnya pelaksanaan pekerjaan pada suatu organisasi. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggungjawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan organisasi. Guna mewujudkan tujuan organisasi yang harus segera dibangun dan ditegakkan adalah kedisiplinan pegawainya. Jadi, kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan.

Pemprov Kaltim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terus berkomitmen untuk melaksanakan penegakan hukum disiplin PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungannya. Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS.

Pada instansi pemerintah disiplin kerja merupakan modal yang penting yang harus dimiliki oleh Aparatur  Sipil Negara (ASN), sebab menyangkut pemberian pelayanan publik. ASN merupakan unsur utama sumber daya manusia aparatur negara yang mempunyai peranan dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Atas dasar tersebut maka UPTD Bapelkes Prov.Kaltim pada senin 06 Januari 2020 melaksanakan Penandatanganan Perjanjian tentang disiplin ASN di ingkungan UPTD Bapelkes Prov.Kaltim yang dihadiri oleh semua ASN dan Tenaga Kontrak.

“ASN harus mempunyai sikap disiplin yang tinggi, kinerja yang baik serta sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik serta mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat”,ujar Kepala UPTD Bapelkes Prov.Kaltim (06/01)

Dia menjelaskan hukuman bagi ASN dilingkungan UPTD Bapelkes Prov.kaltim bagi mereka yang terlambat maupun pulang lebih awal  tanpa memberikan surat keterlambatan yang ditandatangani langsung atasan maka akan dikenakanan pemotongan insentif Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Dengan Surat Penjanjian Disiplin ASN dilingkungan UPTD Bapelkes Prov. Kaltim diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.(Bapelkes/Komar)

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim

 

SAMARINDA-Dalam rangka meningkatkan program/kegiatan pengendalian kanker ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota inilah,maka dipandang perlu melakukan upaya peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pengendalian kanker,melalui kegiatan pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim.

Pelatihan ini diikuti petugas Puskesmas di 10 Kab/kota provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan oleh Bidang P2P Dinas Kesehatan Prov. Kaltim di Hotel Selyca dari tanggal 16 – 20 Desember 2019.

Adapun Fasilitator dari Pelatihan tersebut dari RSUD A. Wahab Syahrani , UPTD Bapelkes dan Dinkes Prov. Kaltim yang diharapkan dapat memberikan materi untuk menunjang kinerja para petugas puskesmas dalam Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim di tempat tugas masing-masing.

“Data yang dikeluarkan oleh Kemenkes per 31 Januari 2019, peringkat Kanker di Indonesia menempati urutan ke 8 (delapan) di Asia Tenggara dan 23 (dua puluh tiga) di Asia dari data tersebut prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di Tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevelansi Kanker tertinggi adalah Provinsi di Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk,diikuti Sumatra Barat 2,47 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk” sebut Kasi PTM dan Keswa Dinkes Prov.Kaltim Rochmad Koesbiantoro dalam Penyampaian Pembukaan yang mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kaltim(17/12).

Diharapkan petugas puskesmas mendapatkan pengetahuan tentang penyakit kanker dan gejala dini serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker sehingga penyakit kanker bukan lagi hal yang ditakutkan karena ditemukan lebih awal akan meningkatkan kualitas hidup dari penderita, dan Indonesia dapat menurunkan angka penderita penyakit kanker.(UPTD Bapelkes/Komar)